Pariwisata: Definisi Menurut Para Ahli

Definisi Menurut Para AhliHal apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata pariwisata? Liburan? Jalan-jalan ke tempat wisata? Ya, pariwisata memang selalu identik dengan kata liburan dan bersenang-senang di suatu tempat wisata. Namun sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan pariwisata? Bagaimana definisi menurut para ahli mengenai pariwisata? Berikut adalah penjelasannya.

Definisi Menurut Para Ahli Mengenai Pariwisata

Pariwisata berasal dari dua kata dalam bahasa Sansekerta, yakni ‘pari’ yang berarti bersama atau berkeliling, dan ‘wisata’ yang berarti perjalanan. Jadi, secara etimologis, pariwisata berarti suatu kegiatan yang dilakukan seseorang dengan melakukan suatu perjalanan keliling dari satu tempat ke tempat yang lain. Lalu, bagaimana dengan definisi menurut para ahli pariwisata ? Menurut James J. Spillane (1982), pariwisata merupakan suatu kegiatan melakukan perjalanan yang bertujuan untuk mendapatkan kenikmatan, mencari kepuasan, memperbaiki kesehatan, mengetahui sesuatu, menikmati olahraga, istirahat, berziarah, dan tujuan lainnya. Hal senada disampaikan oleh Koen Meyers (2009) yang mengemukakan pendapatnya bahwa pariwisata ialah suatu aktivitas perjalanan yang dilakukan sementara waktu oleh seseorang dari tempat tinggalnya semula ke suatu daerah tujuan (daerah wisata) dengan alasan bukan untuk menetap atau mencari nafkah, melainkan untuk memenuhi rasa ingin tahu, menghabiskan waktu senggang atau libur, dan tujuan-tujuan rekreasi lainnya.

Pendapat sedikit berbeda disampaikan oleh Kusdianto (1996) yang berpendapat bahwa pariwisata merupakan suatu susunan organisasi, baik pemerintah atau swasta yang terkait dengan pengembangan, produksi, dan pemasaran produk suatu layanan yang memenuhi kebutuhan seseorang yang sedang bepergian. Jadi menurutnya, pariwisata lebih terkait kepada kegiatan layanan jasa yang dikelola untuk memenuhi kebutuhan turis atau wisatawan. Layanan tersebut, menurut ahli pariwisata yang lain bernama Soekadidjo, diantaranya adalah hotel, objek wisata, souvenir, pramuwisata, angkutan wisata, biro perjalanan wisata, rumah makan, dan sebagainya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pariwisata tidak hanya mencakup suatu kegiatan bersenang-senang saja, tetapi juga mencakup organisasi yang pengelolaannya diadakan oleh pihak-pihak tertentu dan dengan maksud tertentu. Nah, itulah definisi menurut para ahli tentang pariwisata, semoga bermanfaat.

Related posts: